Puisi Untuk Guru (lanjutan)


SEKUNTUM BUNGA UNTUK GURU-GURU TERCINTA

Allah ciptakan matahari,
yang tak pernah bosan bersinar,
seperti halnya semangat dan kasih sayangmu dalam mendidik kami,
wahai guruku……

Allah ciptakan bulan untuk menerangi malam,
seperti halnya engkau bu guru,
yang selalu membimbing dan menerangi kami dengan berbagai ilmu

Allah ciptakan bintang dimalam hari sebagai penghias,
seperti halnya engkau bu guru,
yang selalu menghiasi hari-hari kami dengan begitu indahnya.

Allah ciptakan bunga yang begitu harum,
seperti halnya engkau bu guru yang telah memberikan keharuman pada hari-hari kami,
selama kami bermain dan belajar disekolah.

Mengapa setiap orang mau menjadi guru, bukankah gajinya kecil. Ya itu memang benar, tapi uang bukan segalanya. Cinta adalah segalanya. Dan itu yang dilakukan guru kebanyakan, mereka melakukannya untuk untuk kesetiaan untuk pengabdian dan untuk kebanggan.


Lihatlah…seharian,
aku telah diminta menjadi seorang aktor,
teman, penemu barang hilang, psikologi,
pengganti orang tua, penasihat,
hakim, pengarah, motivator,
dan pembimbing ruhani murid-muridku..

Meski tersedia peta,
grafik, formula, kata kerja, cerita dan buku.
Aku sebenarnya tidak punya apa-apa untuk diajarkan,
karena murid-muridku sebenarnya hanya mempunyai diri mereka sendiri untuk belajar,

Dan itulah akhir dari kumpulan puisi yang diambil dari berbagai sumber ini, sebuah kata terima kasih saja tidak cukup, cukup berikan saja puisi anda, dan katakahlah terimakasih kepada ibu guru. Salam cinta untuk cinta.
Labels: Info Penting

Thanks for reading Puisi Untuk Guru (lanjutan). Please share...!

0 Comment for "Puisi Untuk Guru (lanjutan)"

Berkomentarlah sesuai dengan judul postingan. Komentar dengan link aktif tidak akan pernah muncul Terima kasih.

Back To Top